me & my nirvana

February 17, 2006

Mumbai

Filed under: Uncategorized

Bulan Desember lalu, aku dapat kesempatan pergi ke Mumbai a.k.a Bombai.
Dalam rangka tugas kantor lah, kalo biaya sendiri sih mending ke Eropa daripada ke Mumbai.
Ini kesanku tentang Mumbai:

1. International Airportnya mulai sibuk pk 11 malem sampe pagi. Gak tau kenapa, hampir semua international flight mendarat di bandara Mumbai mulai pk. 11 malem. Otomatis, hotel2 mulai sibuk juga tengah malam, so kalau gak mau emosi, kalau ada rencana mau complaint atau pesan room service, better you do it before midnite, kalo udah jam 11 malam mereka akan mulai sibuk menerima tamu yang check-in.
BTW, International Airportnya mirip airport di Balikpapan (besarnya maupun bangkunya) - sayang gak sempet foto di sini.

2. Keluar dari airport, kita serasa kembali ke tahun 60-an. Semua taxi yang ber-argo adalah mobil Fiat Hitam tahun 60 something. Dan semua taxi itu tidak ber AC! Kalau mau taxi ber AC, tidak pakai argo. So, it’s your choice mau naek yang berargo tapi kemringet atau naek yang berAC tapi gak ber-argo:) Taxinya seperti terlihat di foto ini:
Ini Dia Taxi Di Mumbai!

3. Berbagai macam model dan ukuran bajaj ada di Mumbai, dari yang seperti bajaj kita di sini (tapi semua bajaj ukuran bajaj di sini warnanya hitam….. ), seukuran tuktuk di Thailand (warna hitam juga), sampai bajaj-bajaj modifikasi, seperti ini:
Bajaj-Bajaj HitamMacam-Macam Bajaj

4. Di dekat airport bertebaran hotel-hotel mewah : ITC Sheraton Grand Marantha (aku nginep di sini! Penjaga pintunya kumisnya ajegile….), Le Meridien dan Grand Hyatt. Tapi sekitarnya oh sungguh kumuh, entahlah di mana para bintang film Bollywood itu berada (secara Mumbai ini = Bollywood gitu loh), perasaan sejauh mata memandang kok kumuh semata :(

ITC Sheraton di Mumbai Salah Satu Penjaga Pintu Berkumis Aduhai

5. Saking padatnya jalanan, hampir setiap saat jalanan di Mumbai selalu macet cet cet cet. Jam 3 pagi pun masih macet bo. Kebanyakan kendaraan umum , terutama trucks ada tulisan “HORN PLEASE” di bagian belakangnya. Jadi kebayanglah, gimana berisiknya bunyi klakson di jalanan di Mumbai. Pusinngggg deh dengernya. Sebagian besar kendaraan, dari bajaj sampai Mercy keluaran terbaru gak pake spion kiri, saking padatnya jalanan. Kata mereka, daripada patah ketabrak-tabrak, mending dicabut aja:)

6. Ada peraturan aneh di mumbai. Katanya (tidak dijamin kebenarannya seehhh), kalau mereka nge cat rumah / bangunan mereka, itu dianggap renovasi, dan pajaknya (semacam PBB=Pajak Bumi & Bangunan gitu di sini) jadi naek berapa ratus persen gitu. So, akibatnya, rumah dan bangunan di sana jarang yang bercat baru, semuanya udah pada ngelupas catnya, menambah kumuhnya pemandangan.

Demikian sekilas kesan tentang Mumbai :)

January 30, 2006

Naek Helicopter

Filed under: Uncategorized

Persiapan Naek Helicopter
Udah pernah naek helicopter?
Belom?
Kalo naek bajaj udah pernah?
Nah, ternyata-oh-ternyata naek helicopter sama aja sama naek bajaj, malah lebih parah karena lebih berisik dan lebih bergetarrrr!
Sumpeh lo? Beneran!!!
Dan apakah semua helicopter begitu, atau cuma aku aja yang sial naek helicopter yang bocor. Minggu lalu pengalaman yang pertama naek helicopter en oh-my-God dapet helicopter bocor!
Jadilah kami bertujuh di dalam helicopter sorong kanan, sorong kiri, buat menghindari kebocoron :(

Buat yang pertama kali mau naek helicopter, terutama buat para wanita yang concern terhadap berat badan. Sebaiknya seminggu sebelom naek helicopter mulailah berdiet.
Diet???
Yup!
Kenapa?
Karena, kalau mau naek helicopter, kita akan ditimbang di depan umum dan yang nimbang akan meneriakkan berat badan kita kenceng2, sampe se-airport bisa denger So, kalo gak mau malu karena berat badan kita diketahui public, berdiet lah jauh2 hari sebelom naek helicopter

My Vacation
Daisypath Ticker
My 10th Anniversary
Daisypath Ticker

Lilypie Baby PicLilypie Baby Ticker

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main